Sejarah Sekolah

SMP Negeri 9 Denpasar adalah satu-satunya  SMP Negeri yang berlokasi di kawasan pariwisata Sanur, yang didirikan di atas tanah seluas 4.781 m2 sekitar 39 tahun silam, tepatnya pada tanggal 1 April 1977 dengan nama SMP Negeri Sanur, di bawah kepemimpinan I GUSTI MADE MURYA, B.A.  selaku kepala sekolah. Dengan demikian SMP Negeri 9 Denpasar sampai saat ini genap berusia 37 tahun. Dalam perjalanannya banyak hal yang telah dilalui, diantaranya proses pembangunan fisik, penataan lingkungan dan pemeliharaan kebersihan. Pada tahun 1990 I GUSTI MADE MURYA, B.A. pindah menjadi pengawas sehingga kepemimpinan beliau digantikan oleh A.A. NGURAH MAYUN sampai dengan tahun 1992. Singkatnya, karena A.A. NGURAH MAYUN sebagai kepala sekolah pada tahun 1992 mengajukan pensiun muda, sehingga kepemimpinannya digantikan oleh  I GUSTI GDE RAKA, B.Sc. sampai dengan tahun 1996 digantikan oleh I KETUT TEMAJA, akan tetapi I KETUT TEMAJA tidak lama memimpin SMP Negeri 9 Denpasar, karena pada tahun 1997 memasuki masa pensiun dan tonggak kepemimpinan digantikan oleh Drs. I WAYAN DANIA sampai dengan tahun 1999. Dari tahun 1999 sampai dengan tahun 2011 SMP Negeri 9 Denpasar dipimpin oleh LUH PUTU SUPARMI, S.H,M.M. Selama kepemimpinan LUH PUTU SUPARMI , S.H, M.M, pembangunan fisik, penataan lingkungan, kebersihan dan taman sekolah terus dilakukan untuk menjadikan SMP Negeri 9 Denpasar sebagai sekolah yang memiliki segudang prestasi dalam penataan lingkungan sekolah. Pada tahun 2011 LUH PUTU SUPARMI, S.H, MM sebagai kepala sekolah telah memasuki masa pensiun, maka kepeimpinan di SMP Negeri 9 Denpasar digantikan oleh Drs. I MADE ARAWAN, M.M.  Mengingat penataan lingkungan dan kebersihan sekolah dirasakan sangat besar manfaatnya maka program ini terus dilanjutkan oleh Drs. I MADE ARAWAN, M.M. guna mendukung program pemerintah kota Denpasar khususnya dan Provinsi Bali pada umumnya yaitu untuk mewujudkan Denpasar dan Bali bebas dari sampah plastik sehingga terwujud Bali yang bersih dan hijau atau “Bali Clean and Green”.  Dibawah kepemimpinan beliau juga, SMP Negeri 9 Denpasar mulai berbenah diri untuk melengkapi hal-hal yang dianggap kurang, khususnya dalam bidang administrasi yang merupakan bukti otentik dari semua kegiatan yang dilakukan dengan menerapkan azas akuntabilitas, transparansi dan kekeluargaan.